Sabtu, 09 November 2013

ANALISIS S.W.O.T PT. COCA-COLA


 ANALISIS SWOT PT. COCA-COLA


Latar Belakang
Pemasaran merupakan hal yang sangat dalam suatu perusahaan. Dengan system pemasaran yang baik, sebah perusahaan mampu menggenggam dunia. Produk dari perusahaan itu akan mampu menguasai pasar dunia yang secara real luas. Management pemasaran yang digunakan oleh setiap perusahaan pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
            Keberhasilan suatu pemasaran yang baik dapat kita lihat melalui cangkupan produk yang telah mampu menguasai pasar dunia, dan salah satu perusahaan yang telah mampu menguasai industry pasar minuman dunia adalah produk dari PT Coca-Cola Company. Perusahaaan ini pertama kali terdaftar sebagai merek dagang pada tahun 1887, dan pada tahun 1895 Cola telah 
terjual di seluruhwilayah Amerika Serikat.
            Keberhasilan dari perusahaan ini tercipta karena loyalitas dari perusahaan akan pengabdiannya pada masyarakat, lingkungan dan produknya. PT COCA-COLA COMPANY selalu beinovasi dengan produk tanpa melupakan rasa khas dari produk ‘coca cola’ yang lama. Produk coca cola kini telah menjadi sahabat bagi masyarakat di dunia, hal itu dikarenakan PT COCA-COLA selalu mengutamakan kualitas dalam berbagai macam hal, baik dalam llingkup kuallitas produk, kualitas pelayanan maupun kualita SDM dalam tubuh perusahaan sendiri. “Bagi perusahaan Coca-cola dirasakan, dilihat, diukur atau dikelola. Kualitas menjadi sebuah keutamaan dalam setiap tindakannya”.
            Dalam pangsa pasar dunianya coca cola juga pernah mengalami hambatan, bahkan perusahaan besar ini pernah hampir dituntut oleh konsumennya karena sesuatu hal. Hal yang membuat jumlah penjualan produk Coca Cola menurun drastis dan sebagian besar konsumen setia Coca Cola kecewa dan mulai berpaling dari minuman yang identik dengan sensasi kesegarannya ini. Oleh karena itu pembahasan mengenai pasang surut management pemasaran produk coca cola dan usahanya untuk mengembalikan Coca Cola menjadi produk minuman yang digemari dunia terasa sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut.







ANALISIS SWOT PT. COCA-COLA






Lingkungan external (analisis peluang & ancaman)
                                                 
Misi
bisnis
Umpan balik & pengendaliana
implementasi
Formulasi program
Formulasi strategi
Formulasi sasaran
                                                               
Lingkungan interal (analisis kekuatan & kelemahan)
 










TUJUAN PERUSAHAAN
Menjadikan perusahaan minuman bersoda nomor 1 di dunia


MISI BISNIS
misi kami, yang abadi menyatakan tujuan kita sebagai sebuah perusahaan dan berfungsi sebagai standar yang kita menimbang tindakan dan keputusan kita.
1.
 Untuk menyegarkan dunia
2.
 Untuk menginspirasi momen optimisme dan kebahagiaan ...
3. Untuk menciptakan nilai dan membuat perbedaan.



ANALISIS SWOT

ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL  PT. COCA-COLA
STRENGTH (Kekuatan)
 
Faktor strategis
Nilai
Bobot
Rating
Skor
Riset and Development yang intensif
4
0,12
4
0,48
SDM yang terlatih
3
0,09
3
0,27
Harga Produk Yang Kompetitif
3
0,09
3
0,27
Keadaan Distribusi dan Pangsa Pasar
3
0,09
4
0,36
Harga Produk yang kompetitif dan SDM yang besar dan terlatih
3
0,09
3
0,27
Sebagai inovator dalam industri soft drink
4
0,12
3
0,36
Strategi pemasaran yang baik
4
0,12
4
0,48
System informasi yang baik
4
0,12
3
0,36
Kemasan produk yang menarik
4
0,12
4
0,48
Loyalitas Konsumen
4
0,12
4
0,48
Memiliki kepopuleran merk yang tinggi dan dikenal oleh masyarakat sedunia
4
0,12
4
0,48
Coca Cola memenangkan penghargaan untuk kategori kemasan kaleng dari jenis produk yang paling inovatif dan atraktif
3
0,09
3
0,27
TOTAL
33
1,29
42
4,56


Weakness (Kelemahan)

Faktor strategis
Nilai
Bobot
Rating
Skor
Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar
4
0,22
-4
-0,88
Sebagai perusahaan beverage memiliki kontrak ekskulisif kepada Pepsi Company
3
0,17
-3
-0,51
Ketersediaan bahan baku
4
0,22
-4
-0,88
Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain
3
0,17
-3
-0,51
Biaya produksi yang tinggi
4
0,22
-4
-0,88
TOTAL
18
1
-18
-2,78



ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL  PT. COCA-COLA
Opportunity (Peluang)

Faktor strategis
Nilai
Bobot
Rating
Skor
Kestabilan Struktur Harga dan Perkembangan Produk
4
0,15
3
0,45
Bahan pendukung utama produk coca-cola dapat diganti dengan produk yang lain
3
0,11
3
0,33
Respon Terhadap Promosi
4
0,15
4
0,6
Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah meningkat
4
0,15
4
0,6
Kerjasama dengan berbagai pihak
4
0,15
4
0,6
Semakin meningkatnya pendapatan penjualan PT Coca – Cola
4
0,15
3
0,45
Pendistribusian produk yang mudah ke berbagai daerah karena luasnya jaringan
4
0,15
4
2,13
TOTAL
27
1,01
25
2,25



Threat (Ancaman)

Faktor strategis
Nilai
Bobot
Rating
Skor
Tingginya harga bahan mentah
4
0,2
-3
-0,6
Ada banyak minuman subsitusi dari produk minuman yang lain
4
0,2
-3
-0,6
Inovasi AS ke Irak yang mempengaruhi penjualan coca-cola
4
0,2
-4
-0,8
Peningkatan biaya per unit akibat keterbatasan bahan baku
4
0,2
-4
-0,8
Di beberapa negara seperti India melarang penjualan coca-cola
4
0,2
-4
-0,8
TOTAL
20
1
-18
-2,8


Berdasarkan hasil-hasil yang didapat dari analisis internal dan eksternal pada tabel seperti dituliskan di atas, hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut :
  1. Skor Total Kekuatan               :  4,56
  2. Skor Total Kelemahan            : -2,78
  3. Skor Total Peluang                  :  1,98
  4. Skor Total Ancaman               : -2,80
Selain itu, penentuan koordinat dari gambar tsb adalah sebagai berikut :
Koordinat Analisis Internal  
(Skor total Kekuatan – Skor total kelemahan) : 2  = (4,56 – 2,78) : 2 = 0,89
Koordinat Analisis Eksternal
(Skor total Peluang – Skor total Ancaman) : 2 = ( 2,25 – 2,80) : 2 = -0,27


FORMULASI SASARAN
setelah itu perusahaan melakukan Analisis SWOT, kelemahan, peluang dan ancaman yangdikenal juga dengan Analisis SWOT, lalu sasaran menjelaskan tujuan-tujuan yang spesifik dalam jumlah dan waktu. Dengan demikian sasaran memudahkan untuk perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Sasaran perusahaan dapat berupa profitabilitas, posisi pasar, produktivitas,kepemimpinan teknologi, pengembangan sumberdaya manusia, hubungan antar karyawan dantanggungjawab sosial.Sedikit sekali usaha yang hanya memiliki satu tujuan. Sebagian besar unit usaha memiliki baurantujuan yang mencakup laba, pertumbuhan penjualan, peningkatan pangsa pasar, pembatasanrisiko, inovasi reputasi, dan sebagainya. Unit usaha menentukan tujuannya dan melakukan pengelolaan usaha sesuai tujuan tersebut (Management By Objectives-MBO). Agar sistem MBOdapat bekerja dengan baik, tujuan-tujuan unit usaha harus memenuhi empat kriteria :• Pertama tujuan harus diurutkan secara hirarkis, dari yang paling penting sampai yang kurang penting. Sebagai contoh tujuan utama unit usaha untuk suatu periode mungkin dapat berupa peningkatan tingkat pengembalian investasi. Ini dapat dicapai dengan meningkatkan laba danatau mengurangi biaya. Pendapatan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan pangsa pasar dan/atau harga jual. Dengan terus melakukan ini, unit usaha dapat bergerak dari tujuan umum ketujuan khusus untuk departemen dan individu tertentu.• Kedua, tujuan harus dapat dinyatakan secara kuantitatif apabila dimungkinkan. Tujuan‘meningkatkan tingkat pengembangan investasi (return On Investment-ROI)” lebih baik dinyatakan sebagai sasaran “meningkatkan ROI menjadi 15 %, atau lebih baik lagi,“meningkatkan ROI menjadi 15 % dalam dua tahun.• Ketiga, sasaran – sasaran harus realitis. Sasaran-sasaran seharusnya dihasilkan dari analisa peluang dan kekuatan unit usaha yang bersangkutan, bukan berdasarkan angan-angan saja.• Yang terakhir, tujuan-tujuan perusahaan harus konsisten. Tidak mungkin memaksimalkan baik  penjualan maupun laba secara serentak.Dilema penting lainnya mencakup antara laba jangka pendek versus pertumbuhan jangka panjang, penetrasi pasar yang ada versus pengembangan pasar baru, sasaran laba versus sasarannirlaba, pertumbuhan tinggi versus risiko rendah. Setiap pilihan dalam kelompok dilema sasaran ini memerlukan strategi pemasaran yang berbeda


FORMULASI STRATEGI
Sasaran menunjukkan apa yang ingin dicapai suatu unit usaha, strategi adalah suatu rencana permainan untuk mencapainya. Setiap usaha harus merancang strategi untuk mencapaitujuannya. Walaupun banyak macam strategi yang tersedia. Michael Porter telah merangkumnyamenjadi tiga jenis umum yang memberikan awal yang bagus untuk pemikiran strategis :keunggulan biaya secara keseluruhan, diferensiasi, dan fokus.Langkah-langkah dalam Strategi PemasaranStrategi Pemasaran merupakan proses lima tahap, yang terdiri dari Analisis Situasi Strategis,Perancangan Strategi Pemasaran, Pengembangan Program Pemasaran dan Implementasi danPengelolaan Strategi Pemasaran. Gambar di bawah memperlihat tahapan proses strategi pemasaran.Analisis situasi strategi meliputi memenangan pasar melalui perencanaan strategis berorientasi pasar, mengumpulkan informasi dan mengukur permintaan pasar, mencari peluang di lingkungan pemasaran, menganalisis pasar konsumen dan perilaku pembeli, menganalisis pasar komunitasinternet, menganalisis pasar bisnis dan perilaku pembelian bisnis, menghadapi pesaing danmengidentifikasi segman pasar dan memilih pasar sasaran. Perancangan strategi pemasaranmencakup menentukan posisi dan mendeferensiasi pasar, strategi hubungan pemasaran dan perencanaan produk baru


FORMULASI PROGRAM
Pengembangan program pemasaran mencakup menetapkan strategi produk, strategi harga, strategi distribusi dan strategi promosi. Implementasi dan Pengelolaanstrategi mencakup merancang organisasi pemasaran yang efektif, implementasi dan pengendalian strategi.

IMPLEMENTASI PEMASARAN
Implementasi pemasran merupakan tahapan perusahaan mengambil langkah untuk merealisasikan rencana pemasaran ke usaha-usaha nyata, yang juga menunjukan siapa mengerjakan apa, kapan dan bagaimana. Jika implementasi pemasaran tersebut tidak efektif, maka  perencanaan strategi pemasaran tidak ada gunanya. Pelaksanaan pemasaran merupakan proses pelaksanaan yang efektif memerlukan keahlian mengalokasi, memonitor, mengorganisasi dan berinteraksi di tingkat-tingkat fungsi pemasran, program pemasaran dan kebijakan pemasaran. Implementasi pemasran mencakup tiga aktivitas yaitu pengorganisasian, pembentukan staf dan pengarahan.


PENGENDALIAN PEMASARAN DAN UMPAN BALIK
  Pengendalian pemasaran merupakan lanjutan yang wajar dari perencanaan, organisasi dan pelaksanaan pemasaran. Meskipun sistem pengendalian harus dibuat sesuai dengan situasi yang khusus, tetapi sistem pengendalian mengikuti proses dasar yang sama, biasanya mengikuti enam langakah sebagai berikut :
• Menentukan apa yang dikendalikan
• Menetapkan standar
• Mengukur kinerja
• Membandingkan kinerja dengan standar
• Menentukan alasan penyimpangan
• Melakukan tindakan koreksi
Umpan balik dari evaluasi keefektifan strategi pemasaran kemungkinan berpengaruh pada fase lain dalam proses manajemen pemasaran strategis. Sistem pengendalian yang dirancang baik akan mencakup umpan balik dari informasi pengendalian untuk individu atau kelompok yang membentuk aktivitas yang terkendali. Sistem umpan balik secara sederhana mengukur keluaran dari proses dan menjadikan masukan dari tindakan korektif untuk memperoleh keluaran yang diinginkan.